Ketika senja mulai menghampiri
Seberkas cahaya memantul dari seberang jalan sana
Gemuruh angkutan kota menambah riuhnya di malam ini
Lampu hias di tengah kita pun memancarkan cahaya
Bergantungan di atas pepohonan
Menambah indahnya pemandangan di malam ini
Diantara banyaknya orang yang melintas di malam ini
Masing masing terlihat sibuk dengan tujuannya
Ke kiri dan kanan, belakang dan muka
Jalanan ini terlihat begitu menyita perhatian
Ketika sosok yang berjalan begitu aduhai
Sambil menenteng sebuah tas, dan di jarinya terselib sebatang rokok yang menyala
Malam ini menjadi waktu yang tidak boleh dilewatkan
Karena banyaknya orang dan transportasi yang berlewatan
Tergantung arah dan tujuan
Ada yang hanya berdiri di pinggir jalan
Menyapa setiap orang yang berjalan
Dengan harapan adanya pelanggan
Yang memerlukan sentuhan dan perhatian
Menjadi alasan utama mereka berwisata di malam kamisan
Dengan suara kecil mengucapkan sepenggal kata
Dengan senyuman mesra mengubah suasana malam
Menjadi waktu untuk mencari kenalan
Tua dan muda bukanlah perbedaan
Asal mampu memberi sentuhan
Dan mendapatkan bayaran
Itulah suasana malam yang menyimpan secerca harapan
Agar pulang nantinya bisa mendapatkan selembar uang yang berwarna kemerahan
Jika waktu adalah untuk kebersamaan
Dan jika sentuhan merupakan obat penghilang kesepian
Hanya dengan bayaran semuanya dapat dijalankan
Gajah mada tempat bersua
Gajahmada tempat bercinta
Bagi mereka yang mengejar dunia
Dunia yang memberikan kepuasan semata
Agar setiap pasangan mendapatkan kepuasan dan selembar rupiah
Di tengah redup dan terangnya jalan di gajah mada
Tempat setiap orang mengharapkan asa di dalam hatinya
Medan, 5 Agustus 2012
Rudi Salam Sinulingga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar